//
you're reading...
Artikel

One Minute Awareness

Laporan Hasil Kegiatan Training Motivasi
“One Minute Awareness” Nanang Qasim Yusuf

Sekilas tentang Nanang Qasim Yusuf:
Ada kisah Inspiratif dari seorang Nanang Qasim Yusuf atau yang lebih akrab disapa Naqoy, ketika masa-masa kecilnya dulu, ketika ia pulang dari pesantren dan bertemu sekilas di jalan seorang tukang becak yang sedang menarik membawa angkutan batuan yang sarat, wajahnya ditutupi masker dari kain kaosnya yang terlihat hanya kedua bola matanya, namun Naqoy mengenali orang tersebut, ternyata ayahnya sendiri dan pada saat yang bersamaan pula, seseorang entah mencela atau menanya dengan berkata “itu bapak kamu….”, mulai detik itu ayah yang begitu tegar, kokoh, kuat pendirian mulai luntur, runtuh semangatnya dan mengakhiri karirnya sebagai tukang becak, ia ikatkan becaknya kepohon mangga. Naqoy bertanya kepada ayahnya “kenapa bapak seperti itu”, bapak menjawab “nang, bapak gak mau nanti kamu malu punya bapak tukang becak”, Naqoy memeluk tubuh bapak yang kekar dan berjanji “Pak, suatu saat nanti akan ada bintang yang bercahaya dirumah ini”.
Naqoy, pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib, menuntut ilmu agar menjadi orang yang layak, ia hanya dibekali ongkos kereta Cirebon – Jakarta, ia berjualan aqua di pasar senen hanya untuk mencukupi ongkos mobil ke ciputat. Setelah naik mobil, karena ia minim pengetahuan tentang ciputat, ia hanya berkata turun di Masjid, akhirnya ia tersesat di Masjid al-Azhar.
Setiba di ciputat ia tinggal di Masjid Fathullah sebagai tukang bersih-bersih dan jaga sepatu. Berbagai macam pekerjaan ia coba, mulai dari tukang sebar pamphlet Dompet Dhu’afa, tukang penjaga warnet, asisten dosen, namun pekerjaan tetapnya adalah tukang jaga Sepatu. Di Masjid Fathullah yang penuh dengan kenangan, ia mulai belajar menjadi entrepreneurship, trainer, pembawa acara dan semuanya itu ia lakukan dengan cara otodidak.
Kerja keras Naqoy tidak dibayar sia-sia, hasilnya baru bisa dirasakan sekarang, ia menjadi seorang trainer yang terkenal, penulis produktif, sampai alumni didikannya tersebar diseluruh pelosok Indonesia, ia mendirikan perusahaan Rumah Kesadaran, dan akhirnya ia memperoleh Rekor Muri kategori peserta Training terbanyak 18.000 peserta.

Isi Training OMA (One Minute Awareness)
Disadari atau tidak, kita yang lahir didunia ini adalah manusia yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata, kita berjuang, bersaing mendapatkan kehidupan dirahim seorang ibu, ribuan orang mengalah karena kita lah yang pantas lahir di dunia ini, tetapi setelah lahir, mengapa kita merasa kecil, merasa tak berdaya, merasa tak pantas hidup. Ketauhilah Sahabat, ternyata “musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri”, kita ingin maju tapi kita sendiri yang mundur, kita bangkit malah ambruk, kita percaya diri melainkan malu. Hilangkan semua persepsi negatif yang ada pada diri kita dan selalu berfikir optimis, senyum, semangat, gembira karena “Bahasa tubuh kita menentukan mental dan masa depan”.
Tuhan memberikan kepada kita Rizki yang berlimpah, namun kita tidak bisa menggapainya, ibarat kata, rizki itu seperti air didalam selang yang ujungnya ada keran, kalau keran itu dibuka maka air akan mengalir, begitulah rizki, tinggal bagaimana cara kita memperoleh kuncinya.
Ada empat alasan mengapa orang sulit untuk berubah:
1. Rasa nyaman yang tinggi; biasanya orang selalu berbuat malas-malasan, membuang buang waktu, dan selalu hidup dalam kenyamanan.
2. Ketakutan yang berlebihan; biasanya orang trauma akibat kejadian masa lalunya dimana pernah mentalnya jatuh, dilecehkan, dicemooh, dicaci, dsb.
3. Fokus pada kesuksesan masa lalu; merasa bahwa dirinya lahir dari keturunan orang kaya sehingga ia enggan untuk berusaha dan berbuat untuk kebutuhan dirinya karena kehidupan keluarganya yang berlebihan.
4. Merasa diri tidak Layak; didalam fikiran seseorang selalu tertanam fikiran-fikiran yang negative, meras tak pantas, padahal belum tentu dirinya menarik.

Naah, untuk menjawab itu semua, ada empat cara, jalan, kunci agar seseorang menuju kebahagiaan, diantaranya:
1. Olah Raga; dengan berolahraga, menggerakkan tubuh kita, manusia menjadi bugar kembali, fresh, merasa enteng dan sehat.
2. Olah Fikir; fikiran sangatlah penting dalam kehidupan seseorang karena fikiran memberikan sumbangsih yang sangat banyak dalam tubuh kita, fikiran seseorang seperti hokum pantulan atau gaung bunyi, ketika kita mengatakan sakit, maka kita akan merasakan sakit karena fikiran dapat mengalirkan energy-energi yang menimbulkan sakit kepada tubuh. Kata kuncinya adalah “dimana fikiran tertuju, disana energi mengalir”.
3. Olah Hati; upayakan hati kita menjadi lebih menerima apa adanya dan lebih banyak memberi daripada menerima.
4. Olah Jiwa; dalam mengelola jiwa kita agar menjadi jiwa-jiwa yang ikhlas yaitu dengan cara tidak banyak tuntutan dalam kehidupan.

Lebih lanjut, Naqoy menjelaskan tentang macam – macam tingkatan Hati seseorang, yaitu:
1. Sodr : yaitu hati yang berada paling luar, ketika seseorang sering terlintas keinginan namun tidak ada tindak lanjut dari keinginan tersebut, maka keinginan itu masih berada pada tingkat sodr.
2. Qolb : yaitu hati yang bolak – balik, belum kokoh. Hati ini seperti seseorang yang terkadang semangatnya tinggi dan semangatnya turun drastis, belum mantap.
3. Fuadz : hati yang kokoh, mempunyai keinginan dan kepercayaan yang kokoh, tak tergoyahkan oleh apapun.
4. Lubb : hati yang dalam, tingkatannya lebih tinggi dari yang lain.

One Minute Awareness (OMA) merupakan titik balik seseorang dimana seseorang akan bangkit lebih baik dari semula, OMA sebagai daya ungkit seseorang untuk berubah dan bertujuan untuk mengingat sang Khalik. OMA muncul bisa berupa cacian, ledekan, pelecehan dan bisa juga berupa pujian, penghargaan, kenaikan jabatan dan sebagainya.
Tokoh – tokoh yang pernah mengalami OMA dan berhasil, seperti: Ustad Jefri al Buchari, Ustad Yusuf Mansur, Basrizal Koto, Renal Kasali dan Abdulah Gimnastiar (AAgym).

About silfaaz

Alumni MAN Indramayu yang sekarang sedang menimba ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sejak ia hadir dalam dunia pendidikan, ia selalu tampil sebagai aktivis dan juga akademis.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: